Pernah merasa kebingungan saat mau pesen bahan baku di cafe? Stok bahan baku yang gak akurat bisa bikin usaha kamu kurang efisien, malah bikin bahan cepat habis tanpa diganti, atau malah kelebihan yang akhirnya terbuang. Nah, supaya gak ribet dan tetap bisa jaga cash flow, yuk pelajari cara menghitung stok bahan baku cafe dengan gampang.
Kenapa Penting Menghitung Stok Bahan Baku?
Kalau stok bahan baku gak dihitung dengan tepat, bisa bikin operasional terganggu. Misalnya, kopi habis di tengah hari dan kamu buru-buru order lagi, tapi saat bahan datang, stok malah terlalu banyak dan akhirnya bahan itu bergantung di gudang tidak terpakai. Atau, kamu kehabisan susu saat tamu lagi ramai-ramainya, bikin pelayanan terganggu. Makanya, mengelola stok itu penting agar usaha tetap berjalan lancar, biaya tidak membengkak dan bahan gak terbuang sia-sia.
Langkah Mudah Menghitung Stok Bahan Baku
Pertama, hitung berapa banyak bahan yang kamu pakai dalam satu hari. Ini bisa dilakukan dengan mencatat penggunaan bahan selama satu minggu. Contohnya, setiap hari selama seminggu, kamu catat berapa liter susu, gram kopi, dan bahan lain yang terpakai.
Misalnya, selama seminggu konsumsi susu di tempat kamu sekitar 10 liter. Maka, rata-rata konsumsinya sekitar 1,4 liter per hari.
Lead time adalah waktu yang dibutuhkan dari saat kamu pesan bahan sampai bahan itu sampai di toko. Biasanya, ini tergantung dari supplier dan jarak pengiriman. Katakanlah, dari pesan sampai bahan datang butuh 3 hari.
Supaya aman, selalu tambahkan 1 hari cadangan agar stok gak pernah nyaris habis saat proses pengiriman.
Stok minimal itu jumlah bahan yang harus tetap ada agar operasional tetap jalan saat menunggu bahan baru datang. Kalau konsumsi rata-rata sehari 1,4 liter susu, dan lead time 3 hari, maka stok minimum minimal harus cukup untuk 4-5 hari.
Contohnya, 1,4 liter x 5 hari = 7 liter. Jadi, stok minimal susu yang harus kamu miliki sekitar 7 liter agar gak kehabisan.
Kalau hari ini stok bahan baku kamu 12 liter susu. Saat menghitung, pastikan jumlah ini termasuk stok minimal. Jadi, jika stok turun di bawah angka safety stock (misalnya tinggal 5 liter), itu saatnya kamu perlu pesan lagi.
Rumus dasarnya:
Stok yang harus tersedia = Konsumsi maksimal harian x Lead time + Safety stock
Misalnya, konsumsi tertinggi sehari satu liter susu, dan lead time 3 hari, safety stock 2 liter, maka:
1 liter x 3 hari + 2 liter = 5 liter.
Ini jadi patokan minimal agar stok tetap aman.
Contoh Praktis
Misalnya, kamu punya usaha kopi di cafe. Kamu rutin pakai 2 kg kopi per hari. Supplier membutuhkan waktu 4 hari dari pesan ke pengiriman. Kamu ingin menjaga safety stock sekitar 1 kg.
Rumusnya:
2 kg x 4 hari + 1 kg = 9 kg.
Jadi, minimal kamu harus punya 9 kg kopi di gudang sebagai stok yang aman.
Gunakan Software atau Aplikasi Sederhana
Kalau angka-angka ini terlalu rumit, kamu juga bisa pakai spreadsheet sederhana di komputer atau aplikasi yang banyak tersedia di marketplace. Itu bisa membantu otomatisasi penghitungan stok berdasarkan data rutin yang kamu masukkan.
Praktikkan dan Evaluasi Secara Rutin
Kalau sudah jalan, jangan lupa lakukan review setiap bulan. Hitung lagi konsumsi dan lead time, sesuaikan safety stock jika ada perubahan. Cara ini bikin pengelolaan bahan baku makin akurat dan usaha tetap stabil.
Kalau mau lebih praktis, kamu juga bisa cek artikel terkait seperti Tips Menghindari Bahan Baku Cafe Terbuang Percuma dan Panduan Praktis Menentukan Waktu Restock Bahan Baku di Cafe Agar Operasi Tetap Lancar. Nah, dengan langkah-langkah ini, pengelolaan stok bahan baku gak lagi bikin pusing, dan operasional cafe kamu makin lancar.