Pernah nggak sih merasa kecewa saat sudah melalui proses seleksi, tapi pas kerja baristanya nggak sesuai harapan? Kalau iya, tenang, kamu nggak sendiri. Merekrut orang yang cocok buat posisi barista itu tantangannya nggak gampang. Tapi, kalau tahu triknya, prosesnya jadi lebih simpel dan hasilnya pun lebih pasti.
Pertama, ubah pola pikir dulu. Jangan cuma fokus ke skill teknis kayak cara membuat espresso atau foam milk yang cantik. Ya, itu memang penting, tapi attitude dan chemistry sama tim juga nggak kalah vital. Sering kali, orang yang skill-nya oke, tapi attitude-nya rasanya nggak cocok buat suasana cafe kamu. Jadi, jangan remehkan tahap wawancara dan observasi saat proses rekrutmen.
Cari tahu dari awal, profil calon itu seperti apa?
Biasanya, saya mulai dari penyaringan awal. Di awal, buat list kriteria yang benar-benar sesuai sama budaya dan kebutuhan cafe. Misalnya, calon harus ramah, mampu bekerja sama, dan cepat belajar. Kalau cafe kamu fokus pada pelayanan cepat dan santai, rekrut yang udah terbiasa kerja di suasana yang santai saja.
Kalau perlu, coba tambahkan juga pengalaman kerja di bidang pelayanan atau hospitality. Tapi ingat, pengalaman juga nggak selalu jadi jaminan—adakalanya orang baru tapi punya attitude positif dan keinginan belajar yang besar lebih cocok.
Tes kemampuan praktis
Tak kenal maka tak sayang. Nah, kalau sudah dapat calon yang sesuai, lakukan tes praktis sederhana. Misalnya, minta mereka buatkan minuman tertentu, kayak kopi tubruk, cappuccino, atau cappuccino art. Pastikan mereka paham prosedur dasar dan punya kecepatan, tapi juga tetap fokus pada kualitas.
Jangan hanya fokus ke tampilan hasilnya aja. Perhatikan juga prosesnya. Apakah mereka sabar dan teliti? Atau malah buru-buru dan ceroboh? Ini indikator penting.
Catat attitude dan komunikasi
Selain skill, attitude menjadi kunci. Saat interview, ajukan pertanyaan yang bikin mereka cerita soal pengalaman dan apa motivasi bergabung. Contohnya, "Apa yang kamu suka dari pekerjaan di cafe?" Atau, "Kalau ada pelanggan yang nggak puas, biasanya kamu apa yang dilakukan?".
Nggak lupa, observasi juga saat mereka melakukan tes. Apakah mereka ramah ke semua orang? Mau menanggapi pertanyaan dengan sopan dan jelas?
Perhatikan kepribadian dan teamwork
Kalau di cafe kamu, teamwork sangat penting. Jadi, perhatikan juga apakah mereka cocok ditempatkan bersama tim yang sudah ada. Kalau perlu, lakukan interview dengan beberapa anggota tim buat dapat gambaran lebih lengkap.
Kalau bisa, ajak calon barista berinteraksi langsung dengan staff lain, misalnya saat hari paginya. Kalau mereka merasa nyaman dan akrab, besar kemungkinan mereka cocok.
Biarkan mereka ‘bermain’ sebentar
Kadang, sempatkan mereka buat melihat langsung proses kerja di cafe selama beberapa waktu. Jadi, mereka bisa merasakan atmosfer kerja dan tahu apa yang akan mereka hadapi. Kalau mereka kelihatan antusias dan mau belajar, sudah setengah jalan.
Buat keputusan dan jangan takut untuk selektif
Setelah proses jalur jalan, jangan takut memilih orang yang benar-benar sesuai. Ingat, satu orang saja yang pas, bisa membuat suasana kerja jadi lebih nyaman dan hasil pelayanan pun meningkat.
Kalau hasilnya memang nggak cocok, nggak apa-apa. Bisa terus mencari sampai ketemu yang benar-benar cocok. Kalau sudah dapat, beri mereka pelatihan dasar dan info yang cukup, supaya bisa langsung jalan dan paham kultur cafe kamu.
Kesimpulan praktis
Rekrut barista bukan cuma soal skill brewing, tapi juga attitude, kepribadian, dan chemistry. Mulai dari narasi kebutuhan, lakukan tes praktis, perhatikan komunikasi, dan bangun atmosfer nyaman saat wawancara. Sabar dan seleksi yang cermat, hasilnya adalah tim yang solid dan pelayanan yang memuaskan pelanggan.
Kalau mau tahu lebih dalam soal mengelola tim dan pelayanan di cafe, bisa cek Cara Membuat Jadwal Shift Karyawan Cafe yang Efektif dan Mudah atau 10 Skill yang Harus Dimiliki Barista Cafe agar Usaha Tetap Menonjol. Semoga proses rekrutmenmu berjalan lancar dan tim baru bisa mendukung pertumbuhan usaha kamu.