Harga menu cafe harus menarik bagi pelanggan dan tetap mampu menutup seluruh biaya usaha. Karena itu, harga perlu dihitung dari biaya bahan, target food cost, biaya operasional, dan margin.

Hitung Biaya Bahan per Porsi

Catat resep dan takaran setiap menu. Hitung kopi, susu, gula, es, garnish, sedotan, dan kemasan takeaway agar biaya per porsi tidak terlalu rendah.

Gunakan Rumus Food Cost

Rumus sederhana: harga jual = biaya bahan per porsi dibagi target food cost. Jika biaya bahan Rp15.000 dan target food cost 35 persen, harga dasar adalah Rp15.000 dibagi 0,35, yaitu sekitar Rp42.900. Bulatkan sesuai posisi brand dan kebiasaan pelanggan.

Masukkan Biaya Operasional

Perhitungkan gaji, sewa, listrik, air, gas, biaya platform pesan antar, pajak, kemasan, biaya pembayaran, dan penyusutan peralatan.

Bandingkan dengan Harga Pasar

Amati cafe dengan target pelanggan dan lokasi serupa. Harga pasar bukan satu-satunya patokan, tetapi membantu menghindari harga yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Bedakan Dine In dan Takeaway Jika Perlu

Kemasan takeaway dan komisi platform dapat membuat biaya per transaksi berbeda. Tampilkan struktur harga atau biaya kemasan secara jelas.

Evaluasi Harga Berkala

  • Perbarui biaya bahan saat harga pemasok berubah.
  • Periksa menu yang penjualannya turun.
  • Bandingkan margin setiap menu, bukan hanya omzet.
  • Gunakan data penjualan untuk mempertahankan menu yang menguntungkan.

Gunakan Sistem Kasir

Data transaksi membantu melihat menu terlaris, omzet, dan pola penjualan. Pelajari pengelolaan menu, transaksi, dan laporan di diRekap Cafe & Resto.

Checklist Sebelum Menetapkan Harga

  1. Hitung biaya bahan dan kemasan.
  2. Tentukan target food cost.
  3. Tambahkan biaya operasional.
  4. Bandingkan dengan pasar.
  5. Pantau penjualan dan margin setelah harga diterapkan.